Manfaat Internet di Tengah Pandemi Covid-19

Manfaat Internet di Tengah Pandemi Covid-19

Sejak adanya internet rasanya semua kegiatan manusia bisa dihandel hanya bermodal smartphone di genggaman. Hampir semua orang dengan jam tayang tinggi menggunakan handphone untuk berkoordinasi dan menanyakan kabar keluarga. Jarak jauhpun dilibas sekejab dengan telepon yang bisa menghubungkan dua manusia di negara yang berbeda tanpa biaya mahal dan  tanpa membutuhkan waktu yang lama. Komunikasi bukan hanya bisa dilakukan melalui suara, video call menjadi bukti bahwa bertatap muka langsung bukanlah hal yang mustahil dilakukan antar seseorang yang jaraknya terpisah  ribuan mil dengan adanya manfaat internet. Pandemi Covid-19 yang dialami oleh beberapa negara membuat peran internet semakin tidak bisa dipandang sebelah mata. Gerakan Work From Home menjadi bukti internet sangat memudahkan manusia dalam menjalankan rutinitasnya meskipun terhadang oleh pandemi ini. Rasa empati terhadap masyarakat terdampak pandemi direalisasikan dan digambarkan dengan bantuan internet. Forum diskusi online, sharing cerita, dan informasi menjadi kegiatan yang diminati masyarakat terdampak. Pihak lain yang merasakan manfaat dari internet adalah pelaku bisnis bidang kuliner dan konveksi. Mereka lebih fokus melakukan promosi dan penjual secara online. Pelayanan dilakukan melalui smartphone dan marketplace. Memang sebagian pedagang merasa kehilangan kesempatan dengan adanya pandemi menjelang hari raya. Minat belanja masyarakat turun, dan proses jual beli secara langsung yang biasanya dilakukan di pasar sudah ditiadakan, padahal di ramadhan sebelumnya moment inilah yang menjadi peluang rezeki bagi mereka. Bertepatan dengan bulan Ramadhan, pemerintah juga tentu terbantu dengan adanya internet dalam melakukan koordinasi, rapat, sidang dalam penentuan hari awal puasa, kebijakan mudik, dan kebijakan yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19. Segala hal yang berkaitan dengan edukasi, hiburan, dan informasi bisa ditampung dan dibagikan dengan bantuan internet, contoh yang telah dirasakan adalah pengadaan konser online dan dakwah online.

Konser Online Sebagai Bentuk Empati Melalui Internet

manfaat internet

Konser online mulai banyak diadakan setelah gerakan ini diawali oleh Najwa Shihab dalam proses penggalangan dana bersama penyanyi tanah air. Digelar selama empah hari yaitu dari tanggal 25 hingga 28 Maret 2020 konser tersebut berhasil menggalang dana sebesar Rp 9 Miliar yang digunakan untuk membantu penanganan Covid-19 di Indonesia. Beberapa musisi yang ikut meramaikan konser ini adalah Tulus, Iwan Fals, Didi Kempot, Anji,Fourtwnty, Hindia dan beberapa artis ternama tanah air.  Dalam konser tersebu, para musisi tampil secara bergantian di kediaman masing-masing. Bukan hanya musisi, namun menteri kabinet Jokowi juga ikut meramaikan aksi ini, diantaranya ada Nadhiem Makarim, Erick Thohir, dan Jusuf Kalla.  Rasanya berkat internet beberapa musisi , menteri, dan seluruh masyarakat Indonesia bisa bersatu untuk berpartisipasi dalam memberikan bantuan terbaik atas dampak wabah ini. Dana yang terkumpul dari konser ini akan disalurkan kepada tenaga medis dan masyarakat yang harus menjalankan aktifitas di luar rumah saat wabah pandemi menyerang. Lagi-lagi manfaat internet membuat seseorang bisa menciptakan gebrakan bentuk empati baru sebagai wujud kepeduliannya terhadap sesama.

Manfaat Internet Dalam Mengedukasi Masyarakat Melalui Dakwah Online

manfaat internet

Ramadhan kali ini dirasa berbeda dengan adanya pandemi Covid-19. Banyak rutinitas yang di ramdhan sebelumnya dilakukan secara berjamaan dan tatap langsung diganti secara mandiri maupun online. Anjuran sholat tarawih dan tadarus di rumah dengan keluarga dilakukan pemerintah sebagai langkah pencegahan Covid-19. Pengajian yang biasanya diadakan rutin di masjid menjelang waktu buka hampir di semua tempat ditiadakan. Tentu masyarakat tidak kehilangan langkah agar moment ramdhan bisa tetap berkesan untuk memperbanyak ilmu dan amal, salah satunya dengan mengadakan dakwah secara online. Dakwah online sebelumnya sudah dilakukan oleh Aa Gym untuk berbagi ilmu melalui media sosialnya. Live streaming digunakan beliau untuk menyampaikan dakwah dengan bantuan inter agar semakin mudah dan luas jangkauannya. Dakwah yang dilakukan live streaming menunjukkan bahwa peran media baru andil dalam memajukan syiar agama. Adanya larangan berkumpul berjamaah secara tatap muka langsung di tengah pandemi tidak menjadi alasan untuk menghambat muslim dalam mengondisikan diri di bulan suci.

Perbedaan yang mencolok dari ramadhan sebelumnya adalah manfaat internet sangat dirasakan  perannya dalam pengondisian umat muslim. MUI sebagai lembaga pemerintahan yang fatwanya dianut oleh umat muslim juga turut mengadakan dakwah secara online. Tema-tema yang disajikan juga mengarah pada manfaat yang didapat semenjak adanya pandemi. Tema demikian secara subyektif berfungsi sebagai penenang atau meredahkan kepanikan yang dirasakan oleh mamsyarakat sebagai dampak peningkatan pasien Covid-19. Ramadhan rasanya menjadi oase ditengah serangan pandemi, melalui internet orang bisa bergabung dan mendengarkan ceramah yang diberi. Tanya jawabpun bisa dilakukan secara efektif karena sebagian besar dakwah online mengajak masyarakat bergabung pas suatu aplikasi yang mendukung diskusi terjadi di dalamnya.